Cara Perawatan Sistem Injeksi Pada Sepeda Motor

Cara Merawat Sepeda Motor Injeksi (Mudah & Murah)


      Cara Merawat Motor Injeksi -Teknologi injeksi merupakan teknologi revolusioner yang mampu memberikan pembakaran yang lebih efektif sehingga menyebabkan emisi gas buang rendah. Oleh karena itu teknologi injeksi lebih ramah lingkungan. Pengabutan bahan bakar yang sebelumnya menggunakan karburator kini lebih disempurnakan dengan injector yang mampu menyemprotkan partikel bahan bakar lebih lembut. Karena partikel yang disemprotkan ke ruang bakar lebih kecil, maka proses pembakaran lebih cepat. Di tahun 2014 ini hampir semua keluaran motor terbaru sudah menggunakan sistem injeksi sebagai pemasok bahan bakar. Namun sering kali para konsumen justru malah enggan memilih sepeda motor dengan sistem injeksi dengan alasan perawatanya yang rumit. Padahal jika dibandingkan dengan sistem karburator perawatan sepeda motor injeksi jauh lebih simple.
Cara Merawat Motor Injeksi
Contoh Sepeda Motor Yang Menggunakan Sistem Injeksi
     Cara merawat sepeda motor Injeksi sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan. Jika pada sistem karburator harus bongkar karburator kemudian membersihkan slow jet maupun main jet nya, maka hal tersebut tidak diperlukan lagi pada sistem injeksi. Pada sepeda motor dengan sistem injeksi pemasukan bahan bakar dikontrol oleh Electronic Control Unit atau yang dikenal dengan ECU. Piranti ini bekerja berdasarkan input dari sensor-sensor yang ada di kendaraan. Sensor ini bertugas untuk mengirimkan sinyal ke ECU sesuai dengan kondisi mesin. Bagi para pemilik kendaraan berteknologi injeksi mungkin pernah mengalami gejala mbrebet. Nah hal ini bisa saja disebabkan oleh salah satu sensor yang ada di sepeda motor. Namun kejadian ini jarang ditemukan, karena sensor-sensor ini sudah didesain agar tahan terhadap segala kondisi. Jadi jika terjadi gejala mesin mbrebet pada motor injeksi besar kemungkinan disebabkan oleh kotornya komponen sistem bahan bakar akibat bahan bakar yang kotor. Kotoran ini bisa saja berada di injector, atau jika sudah lama akan mengerak di ruang bakar. 
     Untuk membersihkan kotoran tersebut sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan. Dengan menggunakan cairan khusus pembersih karbon. Pabrikan Yamaha sebenarnya sudah menyediakan cairan tersebut yang diberi nama Yamalube Carbon Cleaner. Cara menggunakannya sangat mudah yakni dengan mencampurnya pada ruang bakar. Jadi pada waktu pembakaran karbon yang mengerak di silinder akan ikut terbakar dan kemudian hilang bersama gas buang. Cairan pembersih karbon ini seharusnya digunakan secara berkala untuk perawatan motor injeksi. Dengan demikian kinerja motor injeksi anda tetap optimal.


Salam XII MOA

2014


R
O
H
I
L

 

Sistem Injeksi & Karburator Pada Sepeda Motor


Pengertian Sistem Injeksi FI dan Karburator Pada Kendaraan Roda Dua (Sepeda Motor)

     Di masa sekarang begitu marak peredaran kendaraan khususnya sepeda motor yang mengusung sistem pembakaran bahan bakar injeksi (fuel injection). Sistem pengolah bahan bakar baru ini diklaim memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan sistem pengolahan bahan bakar yang masih konvensional, dan salah satunya adalah perbandingan konsumsi bahan bakar yang jauh lebih irit dibandingkan dengan penggunaan karburator. Meskipun demikian, namun nyatanya sistem injeksi yang masih terbilang baru ini belum dapat dipahami secara utuh oleh sebagian besar masyarakat kita.

     Beberapa produsen sepeda motor besar seperti Honda, Yamaha dan Kawasaki bahkan telah secara terang-terangan ingin memproduksi motor-motor masa depan dengan harga termurah yang kompetitif yang mengusung sistem ini. Hal tersebut diperkuat dengan munculnya beberapa varian sepeda motor yang mulai ikut menyemarakkan pasaran sepeda motor Indonesia. Kawasaki yang hadir dengan kelas premium menyuguhkan Kawasaki New Ninja 250 yang menyasar pangsa pasar kelas menengah atas. Begitu pun dengan Honda yang dengan piawai masih bermain di kelas matic dengan menghadirkan New Honda Beat injeksi untuk kelas menengah kebawah yang sekaligus diklaim matic paling irit yang mampu menempuh jarak hingga 90km/liter berkat adanya sistem baru ini. Sedangkan Yamaha nampaknya tak ingin kalah saing dengan mulai mengembangkan motor bermesin injeksi. Hal ini ditandai dengan dimulainya pemasaran Yamaha New V-ixion Lightning 2013 yang berkapasitas mesin 150cc.

     Nah, guna melengkapi pemahaman perihal sistem injeksi Fi dan karburator, maka melalui ulasan artikel sederhana ini, maka teknologiz.com akan memberikan penjelasan perihal perbedaan sistem dan cara kerja dari keduanya.
 
Sistem Injeksi Bahan Bakar (Fuel Injection)
 


     Sistem injeksi atau yang juga dikenal dengan istilah fuel injection merupakan sebuah cara kerja mekanis yang menggunakan teknologi sebagai pengontrol yang mampu mengatur pasokan bahan bakar serta juga udara ke dalam ruang pembakaran secara cepat, tepat, proporsional sekaligus optimal. Sistem injeksi akan mengatur jumlah campuran pasokan bahan bakar dan udara yang tercampur secara homogen dengan menggunakan sensor. Sensor ini kemudian secara otomatis akan menyesuaikan komposisi konsumsi bahan bakar sesuai dengan keadaan mesin.


     Sistem tersebut dimulai pada saat bensin mengalir dari tanki kendaraan yang kemudian menuju kepada tahapan atomisasi bahan bakar yang disemprotkan melalui dua throttle valve. Proses atomisasi adalah merupakan sebuah proses dimana bahan bakar mengalami tekanan tinggi dan pemampatan yang kemudian proses yang dihasilkan adalah berupa asap atau partikel kabut. Bahan bakar yang telah menyerupai kabut tersebut kemudian dikeluarkan melalui lubang injektor canonical dengan posisi menghadap ke ruang pembakaran.


Sistem Karburator



     Sistem karburator merupakan sebuah sistem mekanis pencampur bahan bakar dan udara yang digunakan pada kendaraan bermotor dan bisa di setel secara manual. Besar kecilnya aliran fluida atau cairan bahan bakar kedalam karburator sangat tergantung dari bukaan pedal gas karena sistem kerja dari karburator adalah adanya venturi yang berupa lorong-lorong tempat mengalirnya bahan bakar. Meskipun karburator merupakan sebuah perangkat pencampur bahan bakar yang cukup ideal namun konsistensinya sangat dipengaruhi oleh viskositas (gaya gesek fluida), temperatur mesin yang ekstrim, gaya sentrifugal dan sebagainya yang bisa mempengaruhi sistem kerja karburator.
    Komponen-komponen yang terdapat di dalam karburator antara lain yaitu pilot jet, sekrup stasioner, needle jet, jet needle, skep karburator dan main jet. Komponen-komponen inilah yang memberikan pengaturan sesuai dengan perintah yang dilakukan secara manual pada saat gas dibuka tutup. 
Demikianlah seputar pembahasan mengenai cara kerja sistem injeksi dan karburator. Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat serta wawasan baru mengenai sistem mekanisme bahan bakar kendaraan bermotor.






Salam XII MOA
2014

R
O
H
I
L