Pengertian Sistem Injeksi FI dan Karburator Pada Kendaraan Roda Dua (Sepeda Motor)
Di masa sekarang begitu marak peredaran kendaraan khususnya sepeda
motor yang mengusung sistem pembakaran bahan bakar injeksi (fuel
injection). Sistem pengolah bahan bakar baru ini diklaim memiliki banyak
kelebihan dibandingkan dengan sistem pengolahan bahan bakar yang masih
konvensional, dan salah satunya adalah perbandingan konsumsi bahan bakar
yang jauh lebih irit dibandingkan dengan penggunaan karburator.
Meskipun demikian, namun nyatanya sistem injeksi yang masih terbilang
baru ini belum dapat dipahami secara utuh oleh sebagian besar masyarakat
kita.
Beberapa produsen sepeda motor besar
seperti Honda, Yamaha dan Kawasaki bahkan telah secara terang-terangan
ingin memproduksi motor-motor masa depan dengan harga termurah
yang kompetitif yang mengusung sistem ini. Hal tersebut diperkuat
dengan munculnya beberapa varian sepeda motor yang mulai ikut
menyemarakkan pasaran sepeda motor Indonesia. Kawasaki yang hadir dengan
kelas premium menyuguhkan Kawasaki New Ninja 250
yang menyasar pangsa pasar kelas menengah atas. Begitu pun dengan Honda
yang dengan piawai masih bermain di kelas matic dengan menghadirkan New Honda Beat injeksi
untuk kelas menengah kebawah yang sekaligus diklaim matic paling irit
yang mampu menempuh jarak hingga 90km/liter berkat adanya sistem baru
ini. Sedangkan Yamaha nampaknya tak ingin kalah saing dengan mulai
mengembangkan motor bermesin injeksi. Hal ini ditandai dengan dimulainya
pemasaran Yamaha New V-ixion Lightning 2013 yang berkapasitas mesin 150cc.
Nah, guna melengkapi pemahaman perihal
sistem injeksi Fi dan karburator, maka melalui ulasan artikel sederhana
ini, maka teknologiz.com akan memberikan penjelasan perihal perbedaan
sistem dan cara kerja dari keduanya.
Sistem Injeksi Bahan Bakar (Fuel Injection)
Sistem injeksi atau yang juga dikenal
dengan istilah fuel injection merupakan sebuah cara kerja mekanis yang
menggunakan teknologi sebagai pengontrol yang mampu mengatur pasokan
bahan bakar serta juga udara ke dalam ruang pembakaran secara cepat,
tepat, proporsional sekaligus optimal. Sistem injeksi akan mengatur
jumlah campuran pasokan bahan bakar dan udara yang tercampur secara
homogen dengan menggunakan sensor. Sensor ini kemudian secara otomatis
akan menyesuaikan komposisi konsumsi bahan bakar sesuai dengan keadaan
mesin.
Sistem tersebut dimulai pada saat
bensin mengalir dari tanki kendaraan yang kemudian menuju kepada tahapan
atomisasi bahan bakar yang disemprotkan melalui dua throttle valve.
Proses atomisasi adalah merupakan sebuah proses dimana bahan bakar
mengalami tekanan tinggi dan pemampatan yang kemudian proses yang
dihasilkan adalah berupa asap atau partikel kabut. Bahan bakar yang
telah menyerupai kabut tersebut kemudian dikeluarkan melalui lubang
injektor canonical dengan posisi menghadap ke ruang pembakaran.
Sistem Karburator
Sistem karburator merupakan sebuah
sistem mekanis pencampur bahan bakar dan udara yang digunakan pada
kendaraan bermotor dan bisa di setel secara manual. Besar kecilnya
aliran fluida atau cairan bahan bakar kedalam karburator sangat
tergantung dari bukaan pedal gas karena sistem kerja dari karburator
adalah adanya venturi yang berupa lorong-lorong tempat mengalirnya bahan
bakar. Meskipun karburator merupakan sebuah perangkat pencampur bahan
bakar yang cukup ideal namun konsistensinya sangat dipengaruhi oleh
viskositas (gaya gesek fluida), temperatur mesin yang ekstrim, gaya
sentrifugal dan sebagainya yang bisa mempengaruhi sistem kerja
karburator.
Komponen-komponen yang terdapat di
dalam karburator antara lain yaitu pilot jet, sekrup stasioner, needle
jet, jet needle, skep karburator dan main jet. Komponen-komponen inilah
yang memberikan pengaturan sesuai dengan perintah yang dilakukan secara
manual pada saat gas dibuka tutup.
Demikianlah seputar pembahasan mengenai cara kerja sistem injeksi dan karburator. Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat serta wawasan baru mengenai sistem mekanisme bahan bakar kendaraan bermotor.
Salam
XII MOA
2014
R
O
H
I
L


EmoticonEmoticon